Malam ini kujejali dgn kata maki
Keterbodohanku yg dulu menyambangi benua rana
Tetap ku ingat untuk kulupakan
Salahku menyatukan iman dan dosa
Padahal itu adalah air dan api
Iman ku di tepi ...terkikis umur hidup
Kujejali bekal doa seperti menyusun batu bata
Kelak kubangun kembali rumah nyaman beriman
Kuterawang dalam hati dan sukma bahwa hidup itu untuk mati
Kujalan dalam darah yg mengalir berarak ke pintu hati ... Untuk membersihkan sisa sisa ...dan menjadi murni kembali
Malam ini kutemukan bahwa imanku memang tetap dan membatu
Kalau aku akan nyaman dan tenang saat ku sejalur dengan arah darahku
Bahwa meletakan yang lalu untuk lebih bersih dan menemukan juga menentukan siapa aku dan apa aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar