Senin, 17 Februari 2014

Aku darahku dan imanku

Malam ini kujejali dgn kata maki
Keterbodohanku yg dulu menyambangi benua rana

Tetap ku ingat untuk kulupakan

Salahku menyatukan iman dan dosa
Padahal itu adalah air dan api

Iman ku di tepi ...terkikis umur hidup

Kujejali bekal doa seperti menyusun batu bata

Kelak kubangun kembali rumah nyaman beriman

Kuterawang dalam hati dan sukma bahwa hidup itu untuk mati

Kujalan dalam darah yg mengalir berarak ke pintu hati ... Untuk membersihkan sisa sisa ...dan menjadi murni kembali

Malam ini kutemukan bahwa imanku memang tetap dan membatu

Kalau aku akan nyaman dan tenang saat ku sejalur dengan arah darahku

Bahwa meletakan yang lalu untuk lebih bersih dan menemukan juga menentukan siapa aku dan apa aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar